Mei 26, 2026

CT Arsa Foundation Bidik Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

3 min read


NTT, kupangmedia.net | Jalan terjal, listrik terbatas, hingga sinyal internet yang nyaris tak tersedia masih menjadi tantangan pendidikan di sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di tengah keterbatasan itu, satu guru relawan dikirim untuk menetap selama setahun di SD Negeri 2 Nainifo, sebuah sekolah kecil di kawasan terisolir yang kini menjadi titik dampingan terbaru CT Arsa Foundation.

Program pengiriman relawan guru tersebut dimulai sejak pertengahan Mei 2026. Sebelumnya, sekolah itu telah mendapat pendampingan awal sekitar empat tahun lalu, namun masih sebatas asesmen kebutuhan sekolah. “Kali ini kami sudah masuk pada tahap penempatan guru relawan. Nantinya relawan akan berganti setiap tahun dan setiap sekolah ditargetkan mendapat pendampingan selama lima tahun,” kata Head of Remote Area CT Arsa Foundation, Didi Putri.

Menurut Didi, setelah sekolah dianggap cukup mandiri, relawan akan dipindahkan ke wilayah lain yang membutuhkan. Pendampingan itu difokuskan pada sekolah-sekolah terpencil dengan jumlah siswa relatif sedikit.

“Sekolah kecil di daerah terisolir tetap menjadi prioritas kami, karena anak-anak di wilayah seperti itu sering kali paling sulit mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.

Saat ini, CT Arsa Foundation memiliki tiga titik dampingan di Kabupaten Kupang, yakni Lelogama, Nunwana, dan Nainifo. Secara keseluruhan, yayasan tersebut mendampingi tujuh titik di NTT, termasuk di Sumba Barat Daya dan Manggarai Timur.

Masalah utama yang mereka temukan hampir seragam: rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa akibat keterbatasan guru dan sulitnya akses wilayah. Dalam sejumlah asesmen yang dilakukan di daerah terpencil, banyak siswa kelas atas sekolah dasar yang belum mampu membaca, menulis, maupun berhitung dengan baik.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pembangunan fasilitas dasar sekolah. Di sejumlah wilayah tanpa listrik, CT Arsa Foundation bekerja sama dengan PLN untuk menghadirkan aliran listrik. Setelah itu, penguatan sinyal internet, penyediaan laptop, hingga pelatihan teknologi digital bagi guru dan siswa dilakukan secara bertahap.

“Hasilnya mulai terlihat. Beberapa sekolah dampingan yang sebelumnya harus menumpang Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di sekolah lain, kini sudah bisa melaksanakan ANBK secara mandiri,” kata Didi.

CT Arsa Foundation mulai masuk ke NTT sejak 2021, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Yayasan itu menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama untuk memutus mata rantai kemiskinan di daerah terpencil.

Kepada media ini, Minggu, (17/5), bertempat di Resto Nelayan Kupang, Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, menilai kehadiran lembaga sosial seperti CT Arsa Foundation membantu pemerintah menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini sulit disentuh layanan pendidikan secara optimal.

“Pemerintah memiliki banyak prioritas pembangunan karena wilayah Kabupaten Kupang sangat luas. Sementara lembaga seperti CT Arsa Foundation bergerak murni untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data pemerintah daerah, SDN 2 Nainifo memang masuk dalam rencana revitalisasi sekolah. Namun proses pembangunan membutuhkan waktu dan tahapan yang panjang.

Karena itu, menurut Aurum, kehadiran guru relawan di sekolah tersebut menjadi bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat setempat, terutama dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak.

Ia juga menyebut Lelogama kini mulai dijadikan daerah percontohan karena program pendampingan pendidikan di wilayah tersebut dinilai berhasil dan berpotensi diterapkan di daerah lain.

Di Kabupaten Kupang, tantangan geografis masih menjadi persoalan utama. Wilayah pegunungan, pesisir, dan lembah membuat akses menuju sekolah tidak mudah. Di beberapa dusun, anak-anak bahkan harus berjalan kaki hingga empat kilometer untuk mencapai sekolah. Meski demikian, kata Aurum, semangat anak-anak untuk bersekolah tetap tinggi.

“Karena itu pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan harus menjadi prioritas bersama,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai lembaga sosial di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan masyarakat lainnya.

Harapannya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial dapat memperluas akses pendidikan layak bagi anak-anak di wilayah terpencil NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI : Pimpinan Umum : ARIF M. BAIT, Bendahara : SUSANTI APLOEGI,SE, Pemimpin Redaksi / Redaktur : ERICK SABON,SE , Biro Kota Kupang : ERICK, Biro Kab.Kupang : AI // Alamat Redaksi : Jl. Kecapi, Gg.Tirosa, RT.20 / RW.10, Kel. Nunbaun Delha, Kec.Alak, Kota Kupang-NTT, Kontak Redaksi : HP / WA ( 081 247 469 171) // Penerbit : PT. Kantor Berita Kupang Media, SK. Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia RI, No.AHU-00339.AH.02.01.Tahun 2016 | Newsphere by AF themes.

Anda tidak memiliki ijin dari admin