Juli 30, 2026

Hadapi Ancaman Kekeringan, PERUMDA Air Kab.Kupang Optimis Pasokan Air Tetap Aman

2 min read

KOTA, kupangmedia.net | Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Kupang menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi musim kemarau tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu, penurunan debit air hampir terjadi di seluruh wilayah pelayanan, baik di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang.

Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Kupang, Joni Sulaiman, mengatakan pihaknya telah menyusun strategi untuk memastikan pasokan air bersih tetap menjangkau seluruh pelanggan meskipun terjadi penurunan ketersediaan air.

“Evaluasi kami menunjukkan bahwa saat musim kemarau terjadi penurunan debit air di hampir semua wilayah. Karena itu, kami memaksimalkan manajemen tekanan air melalui sistem distribusi bergilir yang proporsional agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan,” kata Joni di ruang kerjanya, Jumat, (19/6)

Menurut dia, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Kupang saat ini melayani pelanggan melalui 14 zona pelayanan di Kota Kupang dan enam unit pelayanan di wilayah Kabupaten Kupang. Dalam kondisi kekeringan, distribusi air akan diatur berdasarkan tingkat kebutuhan dan dampak yang dirasakan masyarakat.

Melalui sistem tersebut, wilayah yang sebelumnya menerima distribusi air tiga kali dalam sepekan dapat mengalami penyesuaian jadwal guna mengalokasikan pasokan ke daerah yang lebih terdampak kekeringan. Dengan demikian, pelayanan diharapkan tetap merata bagi seluruh pelanggan.

Selain pengaturan distribusi, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Kupang juga akan melakukan pembersihan rutin di kawasan tangkapan air dan sumber mata air yang menjadi penopang pasokan air bersih di Kabupaten Kupang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan sumber air selama musim kemarau berlangsung.

Di sisi lain, perusahaan akan meningkatkan pengawasan terhadap jaringan perpipaan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade. Menurut Joni, jaringan yang sudah tua berpotensi mengalami kebocoran sehingga memerlukan pemantauan dan perawatan secara berkala.

“Kami terus memonitor jaringan perpipaan, terutama di kawasan padat penduduk yang rawan terjadi kebocoran. Sebagian jaringan yang ada saat ini memang sudah berusia 20 hingga 30 tahun sehingga membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Kupang juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan gangguan pelayanan, kebocoran pipa, maupun sambungan ilegal. Setiap laporan, kata Joni, akan ditindaklanjuti secara cepat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Saat ini, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Kupang mengandalkan 24 sumber air, yang terdiri dari mata air dan sumur dalam, untuk melayani pelanggan di seluruh wilayah operasional.

Dengan dukungan sumber air tersebut serta penerapan teknologi berupa smart panel untuk mengatur distribusi air, perusahaan optimistis pelayanan tetap dapat berjalan selama musim kemarau. “Kami berharap masyarakat dapat memahami sistem distribusi yang akan diterapkan.

Berdasarkan evaluasi yang kami lakukan, potensi sumber air yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sepanjang musim kemarau apabila dikelola dengan baik,” kata Joni.

Joni juga meyakini strategi manajemen distribusi, penguatan pemeliharaan jaringan, dan optimalisasi sumber air akan menjadi kunci dalam menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat selama periode kekeringan tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI : Pimpinan Umum : ARIF M. BAIT, Bendahara : SUSANTI APLOEGI,SE, Pemimpin Redaksi / Redaktur : ERICK SABON,SE , Biro Kota Kupang : ERICK, Biro Kab.Kupang : AI // Alamat Redaksi : Jl. Kecapi, Gg.Tirosa, RT.20 / RW.10, Kel. Nunbaun Delha, Kec.Alak, Kota Kupang-NTT, Kontak Redaksi : HP / WA ( 081 247 469 171) // Penerbit : PT. Kantor Berita Kupang Media, SK. Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia RI, No.AHU-00339.AH.02.01.Tahun 2016 | Newsphere by AF themes.