PERUMDA Air Minum Kab.Kupang Hidupkan Kembali Sumber Air Oepura
3 min read
KOTA, kupangmedia.net | Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Kupang kembali mengoperasikan sumber mata air Oepura di Kota Kupang setelah lama tidak berfungsi. Langkah ini mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan layanan air bersih bagi sekitar 3.000 pelanggan eksisting, terutama di wilayah yang selama ini rentan mengalami kekurangan pasokan saat musim kemarau.
Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Joni Sulaiman, mengatakan pengoperasian kembali sumber air Oepura merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air yang tersedia sekaligus memperkuat ketahanan sistem distribusi air bersih di Kota Kupang.
“Terima kasih kepada masyarakat Kota Kupang yang tetap setia menjadi pelanggan Perumda Air Minum Kabupaten Kupang. Pemanfaatan sumber air Oepura kami lakukan untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini sering mengalami kekurangan pasokan saat musim kemarau,” kata Joni kepada media ini, Senin (25/5).
Menurutnya, sumber air Oepura mulai terhubung dengan sistem distribusi pada Februari 2026 dan manfaatnya mulai dirasakan pelanggan sejak April hingga Mei 2026. Jadwal distribusi yang sebelumnya kerap terganggu kini dinilai lebih teratur dan berkesinambungan. Wilayah prioritas pelayanan meliputi kawasan pelayanan Wilayah 4, seperti TDM, Kayu Putih, hingga Perumnas. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan pasokan air tertinggi ketika memasuki musim kemarau.
“Tujuan awalnya memang untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber air Oepura agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang sering mengalami kekurangan air saat musim kemarau,” ujarnya.
Perumda Air Minum Kabupaten Kupang memperkirakan sumber air Oepura saat ini melayani sekitar 3.000 pelanggan yang telah terhubung dengan jaringan distribusi. Jumlah tersebut bukan pelanggan baru, melainkan pelanggan eksisting yang kini memperoleh pasokan lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
Integrasi sumber mata air Oepura dengan sumur bor yang berada di kawasan tersebut dinilai berhasil meningkatkan kontinuitas pelayanan. Gangguan distribusi yang sebelumnya sering terjadi mulai berkurang seiring bertambahnya kapasitas pasokan.
Perbaikan layanan paling terasa di wilayah 4A dan 4B, serta sebagian wilayah 2A dan 2B. Sementara untuk daerah lain yang masih menghadapi keterbatasan pasokan, perusahaan terus melakukan optimalisasi sumber air yang tersedia.
Di Kecamatan Alak, misalnya, Perumda tengah membenahi sistem pompa untuk meningkatkan kapasitas dorong air selama musim kemarau. Upaya serupa juga dilakukan di kawasan Wali Kota dengan mengintegrasikan sejumlah sumber air di sekitarnya, termasuk sumber air di kawasan Blud, guna memperluas cakupan pelayanan. Meski layanan menunjukan perbaikan, Perumda Air Minum Kabupaten Kupang mengakui ancaman krisis air pada musim kemarau masih menjadi tantangan utama
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perusahaan menerapkan strategi manajemen tekanan distribusi melalui pengaturan jadwal pelayanan, koneksi antarsumber air, hingga sistem distribusi bergilir apabila terjadi penurunan debit pada sumber tertentu.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi air berlangsung lebih merata dan menghindari ketimpangan pelayanan antarwilayah. “Semua wilayah akan mendapatkan pelayanan secara proporsional sesuai kondisi sumber air yang tersedia,” kata Joni.
Perusahaan juga memastikan ketersediaan air di sumber Oepura masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan pelanggan saat ini. Meski secara geologis debit air berpotensi menurun pada puncak musim kemarau, perusahaan optimistis pasokan tetap dapat dipertahankan melalui pengelolaan distribusi yang lebih efisien.
Di sisi lain, upaya peningkatan pelayanan masih dibayangi persoalan jaringan distribusi yang telah berusia tua. Keluhan pelanggan yang paling sering diterima berkaitan dengan kebocoran pipa, meskipun hingga saat ini belum terdapat laporan signifikan terkait pola distribusi yang diterapkan setelah pengoperasian sumber air Oepura.
Joni mengatakan perusahaan menerapkan pendekatan bertahap dalam penanganan jaringan pipa berdasarkan tingkat kerusakannya. Pipa yang masih memungkinkan diperbaiki akan ditangani melalui pengelasan atau pemasangan pengikat khusus, sedangkan pipa yang sudah tidak layak akan diganti secara permanen.
“Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Dengan beroperasinya kembali sumber mata air Oepura, Perumda Air Minum Kabupaten Kupang berharap dapat memperkuat ketahanan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang sekaligus menghadapi tantangan musim kemarau yang diperkirakan kembali menguji sistem penyediaan air
