Kab.Kupang Disambangi Wapres Gibran: Pendidikan Dibenahi, Pertanian Digenjot
2 min read
NTT, kupangmedia.net | Kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Kupang, Senin (6/4/2026), Wapres Gibran menegaskan, arah kebijakan pemerintah pusat tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia dan ekonomi berbasis lokal.
Dalam agenda yang terbilang padat, Wakil Presiden menyambangi dua titik strategis: SD Inpres Kaniti di Desa Kaniti dan kawasan Agrowisata Mata Air yang dikelola Sinode GMIT. Dua lokasi ini mencerminkan dua sektor yang kini menjadi perhatian serius pemerintah, pendidikan dasar dan pengembangan pertanian berbasis komunitas.
Di Sekolah Dasar Inpres Kaniti, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur perubahan fisik sekolah menjadi sorotan utama. Bangunan yang setahun lalu masih dalam kondisi memprihatinkan, berlantai tanah dan beratap rapuh, kini telah berdiri lebih layak. Gibran, yang sebelumnya meninjau lokasi ini pada 2025, menyebut perbaikan tersebut sebagai langkah konkret yang harus diikuti dengan peningkatan kualitas belajar siswa.
“Dulu masih tanah semua, atapnya hampir roboh. Sekarang sudah jauh lebih baik. Harapannya anak-anak semakin semangat belajar,” ujarnya.
Namun, perbaikan infrastruktur pendidikan itu juga menyiratkan pekerjaan rumah yang lebih besar: memastikan keberlanjutan kualitas pendidikan di wilayah pinggiran. Tanpa penguatan tenaga pengajar dan akses belajar yang memadai, pembangunan fisik berisiko berhenti pada simbol semata.
Dari sektor pendidikan, kunjungan berlanjut ke Agrowisata Mata Air, sebuah model pengelolaan lahan yang melibatkan gereja dan masyarakat. Di lokasi ini, Gibran menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menarik minat generasi muda ke dunia pertanian.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda besar Prabowo Subianto dalam mendorong swasembada pangan dan energi. Gibran menilai keterlibatan petani milenial menjadi kunci untuk mempercepat target tersebut.
Meski demikian, ia mencatat masih terbatasnya dukungan alat pertanian modern di kawasan itu. Pemerintah pusat, kata dia, akan menginventarisasi kebutuhan dan menyalurkan bantuan agar produktivitas meningkat dan hasil panen tidak terbuang sia-sia. “Kita bantu dengan alat yang lebih modern. Ini penting supaya hasilnya optimal,” kata Gibran.
Ia juga menitipkan pesan kepada tokoh gereja agar terus mendorong generasi muda terlibat aktif di sektor pertanian. Dalam konteks ini, gereja tidak hanya berfungsi sebagai institusi keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi komunitas.
Kunjungan tersebut turut didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Yohanis Asadoma, serta Bupati Kupang Yosef Lede.
Kehadiran pemerintah pusat dan daerah dalam satu panggung ini memperlihatkan pola kerja kolaboratif yang kian ditekankan. Namun, seperti lazimnya banyak program pembangunan, tantangan terbesar tetap terletak pada konsistensi implementasi di lapangan.
Kabupaten Kupang, dengan segala keterbatasannya, kini berada di persimpangan antara potensi dan realisasi. Kunjungan Wakil Presiden setidaknya memberi sinyal bahwa perhatian itu ada, tinggal bagaimana memastikan ia tak berhenti sebagai kunjungan seremonial belaka.
