Bupati Yosef Lede Hadiri Pengukuhan Pengurus UNTAS Periode 2025-2030
2 min read
NTT,kupangmedia.net | Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri pengukuhan Pengurus Uni Timor Aswain (UNTAS) periode 2025–2030 yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Kamis, (22 /1). Acara ini sekaligus menegaskan pengakuan resmi Pemerintah Republik Indonesia terhadap UNTAS sebagai wadah kebersamaan warga negara Indonesia asal Timor Timur.
Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI Syafri Samsudin, yang menetapkan Fernando Jose Osorio Soares sebagai Ketua UNTAS periode 2025–2030. Sejumlah kepala daerah turut hadir, di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Syafri Samsudin mengenang perjalanan panjang bersama keluarga besar Timor Timur sejak 1976. Ia menegaskan bahwa UNTAS kini menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia, bukan sekadar komunitas yang lahir dari sejarah masa lalu.
“UNTAS hari ini dipimpin oleh generasi muda. Mereka inilah sokoguru pembangunan bangsa ke depan,” kata Syafri. Ia juga mengajak keluarga besar UNTAS untuk tidak larut dalam romantisme sejarah, tetapi melangkah maju dengan semangat kebersamaan.
Syafri menyinggung keberadaan Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu yang ditujukan untuk mendidik putra-putri keluarga asal Timor Timur yang memilih Indonesia, agar mampu berkontribusi bagi negara melalui pendidikan dan pengabdian.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus UNTAS yang baru dikukuhkan. Ia mengajak UNTAS terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun NTT dan Indonesia secara berkelanjutan. “Kolaborasi adalah kunci agar NTT tumbuh menjadi daerah yang maju dan berkembang,” ujar Melki. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap Pulau Timor yang meski terbagi menjadi dua negara, tetap hidup dalam suasana damai.
Ketua UNTAS Fernando Soares menyampaikan bahwa kepengurusan baru ini memiliki legitimasi kuat setelah Kongres UNTAS yang dilaksanakan pada September 2025. Ia mengenang pertemuannya dengan Menteri Pertahanan pada 5 Januari 2025 yang meninggalkan pesan mendalam tentang makna pengabdian. “Bapak Menteri berpesan, ini bukan soal kepala, tetapi soal hati,” ujar Fernando. Menurutnya, kesetiaan warga negara Indonesia asal Timor Timur kepada NKRI bukanlah pilihan sesaat, melainkan lahir dari kesadaran dan konsistensi yang terpatri dalam sanubari.
Fernando juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendampingi warga asal Timor Timur sejak 1999 hingga hari ini. Ia menegaskan UNTAS harus tetap kuat dan kompak dalam mengayomi seluruh anak bangsa asal Timor Timur di Indonesia. “Badai telah berlalu, dan arah kita jelas. Pemerintah sedang bekerja keras untuk kita semua,” kata Fernando, menutup sambutannya.
