Iman Harus Dihadirkan Melalui Pelayanan Nyata
4 min read
OELAMASI, kupangmedia.net | Pembangunan yang bermakna tidak selalu harus dimulai dari proyek besar dan gedung megah. Pendidikan anak, ketersediaan air bersih, sanitasi, serta kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H., saat menghadiri Ibadah Syukur Pendirian Yayasan Yirmeyahu Dalen Mesa, berdirinya TK Jeremiah, sekaligus peresmian sumur bor dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di Gereja Jeremiah Mukenafina Oeltua, Minggu (11/10/2026) pagi.
Dalam kesempatan itu, Yosef Lede menegaskan bahwa iman Kristen tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah dan perkataan, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
Menurutnya, pendirian Yayasan Yirmeyahu Dalen Mesa menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan secara terarah dan bertanggung jawab. Sementara kehadiran TK Jeremiah diharapkan menjadi wadah pendidikan anak usia dini sekaligus fondasi dalam mempersiapkan generasi masa depan Kabupaten Kupang.
“Melalui yayasan, pelayanan dapat dikelola secara terarah dan bertanggung jawab. Melalui taman kanak-kanak, kita menanamkan dasar bagi masa depan anak-anak. Sementara itu, sumur bor dan MCK membantu memenuhi kebutuhan air bersih serta mendukung kehidupan yang lebih sehat,” kata Yosef Lede.
Fasilitas Harus Dirawat dan Memberi Manfaat
Bupati Kupang mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada saat sebuah fasilitas selesai dibangun atau diresmikan. Lebih dari itu, fasilitas tersebut harus digunakan, dirawat, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Karena itu, ia mengajak jemaat untuk menjaga fasilitas yang telah tersedia serta membangun rasa tanggung jawab bersama. Yayasan diharapkan dikelola secara jujur dan profesional, TK Jeremiah terus meningkatkan kualitas pendidikan, sedangkan fasilitas air bersih dan MCK dipelihara agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Gereja tidak hanya dipanggil untuk membangun kehidupan rohani jemaat, tetapi juga menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat. Jemaat hendaknya tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi sesama,” tegasnya.
Yosef Lede juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, doa, dan dukungan sehingga pendirian yayasan, penyelenggaraan pendidikan, serta pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi dapat diwujudkan.
Bantuan TNI AD Perkuat Akses Air Bersih
Dalam momentum tersebut, jemaat juga menerima fasilitas air bersih dan sanitasi melalui bantuan TNI Angkatan Darat, khususnya dukungan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Ketua Majelis Jemaat Jeremiah Mukenafina Oeltua, Pdt. Puriyati Bunda-Nunuhitu, S.Th., menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut karena dinilai menjawab salah satu kebutuhan mendasar jemaat, yakni akses terhadap air bersih dan sanitasi.
Bantuan itu berupa satu unit sumur bor, pompa air, satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter, sambungan listrik, dua kamar mandi, serta dua unit MCK.
Menurut Puriyati, kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kehidupan jemaat dan masyarakat sekitar.
Ketersediaan air bersih dan sanitasi diharapkan dapat menunjang kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pola hidup bersih dan sehat.
Pdt. Puriyati menjelaskan bahwa nama Yayasan Yirmeyahu Dalen Mesa memiliki makna “satu hati”. Makna tersebut menjadi landasan bagi jemaat untuk membangun pelayanan melalui persatuan, kebersamaan, serta komitmen menjalankan kehendak Tuhan.
Pendirian yayasan diharapkan menjadi fondasi kelembagaan yang kuat sehingga berbagai bentuk pelayanan dapat dilaksanakan secara terorganisasi, berkesinambungan, dan bertanggung jawab.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Kecamatan Taebenu, Pemerintah Desa Oeltua, dan Pemerintah Desa Baumata Barat atas dukungan serta pelayanan administrasi hingga diterbitkannya izin operasional TK Jeremiah pada Juli 2026.
Dengan izin tersebut, TK Jeremiah dapat menjalankan pelayanan pendidikan secara resmi dan berkelanjutan.
Gereja, Pemerintah dan TNI Bersinergi
Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, Pdt. Alfred Waangsir, mengajak Jemaat Jeremiah Mukenafina Oeltua untuk tetap sehati dalam mengembangkan pelayanan serta menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun dan diresmikan.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, TNI Angkatan Darat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan sarana pendidikan, air bersih, dan sanitasi bagi jemaat.
Menurutnya, sinergi antara gereja, pemerintah, TNI, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ibadah syukur tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kupang David Daud, Pimpinan Bank NTT Cabang Oelamasi Eduard Hede, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Feprianto Salukh, Kepala Dinas Pertanian Sarlin Lado, Kepala BPKAD Mes Foeh, Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf, Kepala Dinas PMDP3A Jhon Sula, Kasat Pol PP Aprion Jonas Lona, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Oktovianus Bire, Kepala Bagian Pemerintahan Jane Paoe, Camat Taebenu Rollanda Pellondou, para kepala desa se-Kecamatan Taebenu, serta jemaat Jeremiah Mukenafina Oeltua.
Pelayanan yang Menyentuh Kehidupan
Pendirian Yayasan Yirmeyahu Dalen Mesa, hadirnya TK Jeremiah, serta peresmian sumur bor dan MCK menjadi gambaran bahwa pelayanan gereja dapat mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Pendidikan menjadi investasi bagi generasi masa depan. Air bersih dan sanitasi mendukung kehidupan yang sehat, sementara yayasan menjadi wadah untuk memastikan pelayanan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Bupati Kupang Yosef Lede berharap semangat kebersamaan yang telah dibangun terus dipelihara sehingga pelayanan tidak berhenti pada sebuah seremoni, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata yang memperkuat kehidupan jemaat dan masyarakat.
Sebab, ketika iman diwujudkan melalui pelayanan, pendidikan diperkuat, dan kebutuhan dasar masyarakat diperhatikan, nilai kasih kepada sesama tidak hanya menjadi sebuah ajaran, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
