Gereja Harus Jadi Rumah Berkat bagi Masyarakat
2 min read
OELAMASI, kupangmedia.net | Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri ibadah pentahbisan gedung kebaktian dan pastori Jemaat GMIT Ekklesia Airkom, Minggu (25/10). Ia berharap keberadaan gereja tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berperan dalam membangun sumber daya manusia dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Yosef mengapresiasi kerja keras dan kebersamaan jemaat dalam menyelesaikan pembangunan rumah ibadah tersebut. Menurut dia, pembangunan gereja merupakan hasil dari ketaatan, komitmen, dan semangat gotong royong seluruh jemaat.
“Jadikanlah rumah ini sebagai tempat pertemuan bersama-sama dengan Yesus. Jadikanlah rumah ini sebagai rumah berkat, bukan hanya untuk jemaat, tetapi juga untuk masyarakat,” kata Yosef.
Ia menegaskan, gereja memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat umat menjalankan ibadah. Gereja diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat hubungan antara jemaat dan masyarakat di sekitarnya.
Yosef juga mengingatkan bahwa pembangunan gereja tidak boleh berhenti pada tersedianya bangunan fisik yang memadai. Fasilitas tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan karakter, pendidikan, dan pengembangan potensi generasi muda.
“Gereja sudah dibangun dan sudah bagus, tetapi tidak boleh hanya untuk ibadah. Harus ada ruang-ruang lain yang dapat dimanfaatkan untuk membangun sumber daya manusia, melalui pembinaan karakter anak, termasuk anak sekolah minggu dan kegiatan positif lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Ekklesia Airkom, Pdt. Elizabeth Riwu-Ratu, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kupang, para donatur, dan seluruh mitra pelayanan yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan gereja dan pelayanan jemaat.
Menurut Elizabeth, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan jemaat, termasuk dalam mendukung pelayanan di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap gedung gereja yang telah ditahbiskan dapat menjadi tempat bertumbuhnya iman, terpeliharanya kasih, serta semakin kuatnya persatuan di antara jemaat dan masyarakat.
Ibadah pentahbisan tersebut turut dihadiri Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, Anggota DPRD Provinsi NTT Winston Neil Rondo, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Deasy Ballo Foeh, Ketua Majelis Klasis Kupang Timur Pdt. Elmodan Herison Naimasus, Plt. Asisten II Sekda Kabupaten Kupang Frans Taloen, dan Plt. Asisten III Sekda Kabupaten Kupang Juhardi David Selan.
Hadir pula sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Kupang, para pendeta dan emeritus, Camat Kupang Timur, serta Lurah Naibonat.
