Bupati Yosef Lede : Ini Kontribusi Nyata Sekolah, Dukung Ketahanan Pangan di Kab.Kupang
2 min read
OELAMASI, kupangmedia.net | Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim, sebuah pelajaran berharga lahir dari halaman SMA Negeri 1 Kupang Timur. Jumat,( 23/1), sekolah ini memanen ribuan pohon cabai bukan sekadar hasil pertanian, melainkan buah dari keberanian mencoba dan kemauan mengelola potensi lokal secara serius.
Bupati Kupang Yosef Lede hadir langsung dalam Panen Raya Cabai yang menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama jajaran pejabat provinsi dan kabupaten.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT menegaskan bahwa panen cabai ini selaras dengan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. “Ini sejalan dengan program Melki–Jhoni. Kita ingin membuktikan bahwa potensi lokal, kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, bisa menjadi sumber ekonomi. SMA di Kabupaten Kupang terbukti mampu menjadi pusat produksi pertanian,” ujar Melki.
Dengan dukungan anggaran Rp35 juta, sekolah ini mengelola lahan sekitar 2.000 meter persegi dan menanam 3.600 pohon cabai di 36 bedeng. Hasilnya tak main-main. Estimasi pendapatan mencapai Rp150 juta. Cabai dipanen setiap minggu dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp55 ribu per kilogram.
Capaian itu pun mengundang apresiasi spontan dari Gubernur NTT. “Tepuk tangan dulu untuk ibu Kepala Sekolah. Dengan anggaran 35 juta bisa menghasilkan 150 juta. Jangan sampai terbalik,” katanya disambut riuh.
Lebih dari sekadar angka, Melki menilai kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata bagi siswa—bahwa tanah yang dirawat dengan ilmu dan ketekunan mampu memberi hasil konkret. Ia mendorong agar model sekolah produktif seperti ini mendapat dukungan lebih luas dan direplikasi di daerah lain.
Bupati Kupang Yosef Lede menyebut panen raya ini sebagai bukti bahwa dunia pendidikan tak hanya mencetak nilai akademik, tetapi juga karakter kemandirian dan semangat usaha. “Hari ini kita melihat sekolah dan anak-anak didik ikut memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program Presiden RI Bapak Prabowo Subianto,” kata Yosef.
Melihat masih luasnya lahan sekolah yang belum dimanfaatkan—dari total 1,5 hektare, Bupati Kupang langsung menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk bertindak cepat. “Ibu Kadis, besok turun langsung. Pinjam alat berat, kita garap sisa lahan. Semua yang bisa ditanam, kita tanam,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Yosef juga menetapkan kebijakan penanaman pohon dan tanaman produktif di lingkungan sekolah untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menumbuhkan kecintaan pada lingkungan sejak dini.
Di akhir kegiatan, Bupati Kupang menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMAN 1 Kupang Timur, Selfina Sunbanu, bersama para guru dan siswa. “Ini harus jadi motivasi bagi sekolah lain. Cintai lingkungan, kelola lahan, tanam yang produktif. Dari sekolah, kita bisa membangun masa depan,” ujarnya.
Panen raya ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Winston Rondo, Kepala BRMP NTT, Danramil 1604-02, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, para pengawas SMA, camat, lurah, kepala sekolah, guru, dan siswa.
Dari kebun cabai di halaman sekolah ini, muncul sebuah pesan: usaha kecil yang dikerjakan dengan serius mampu menghasilkan dampak besar, bahkan dari bangku sekolah
