Maret 27, 2026

Gubernur NTT Hadiri Pentahbisan 11 Imam, Sukacita Iman Mewarnai Katedral Kupang

2 min read

NTT, kupangmedia.net ,- Suasana penuh sukacita, haru, dan iman menyelimuti Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Selasa (6/1/2026). Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, turut menghadiri Perayaan Pentahbisan Imam sekaligus Penutupan Tahun Yubileum Agung yang berlangsung khidmat dan meriah.

Perayaan Ekaristi Kudus dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Dalam perayaan iman tersebut, sebanyak 11 Diakon Projo Keuskupan Agung Kupang resmi ditahbiskan menjadi imam, sebuah momentum bersejarah yang disambut sukacita umat.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat dan proficiat kepada para imam yang baru ditahbiskan. Ia menegaskan bahwa pentahbisan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari sebuah pengabdian seumur hidup bagi Tuhan dan umat.

“Pentahbisan ini bukan sekadar puncak dari perjalanan studi dan formasi, tetapi awal pengabdian seumur hidup. Menjadi imam berarti melayani dengan setia, rendah hati, dan penuh cinta kasih,” ujar Melki disambut tepuk tangan umat.

Gubernur Melki juga berharap para imam baru tetap setia pada panggilan suci, meski tantangan pelayanan pastoral ke depan semakin kompleks. Ia mengajak para imam untuk terus hadir, mendengar, dan berjalan bersama umat dalam setiap situasi kehidupan.

“Jadilah imam yang dekat dengan umat. Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang selalu menyertai dalam suka maupun duka,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Melki Laka Lena menekankan pentingnya sinergi antara Gereja dan Pemerintah dalam membangun masyarakat. Menurutnya, meski memiliki peran berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama: melayani manusia secara utuh.

“Gereja meneguhkan iman dan harapan umat, sementara pemerintah menghadirkan kebijakan dan kerja nyata yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, terutama mereka yang kecil dan terpinggirkan,” tegasnya.

Ia juga memaparkan komitmen Pemprov NTT dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui program One Village, One Product (OVOP). Sejalan dengan itu, pemerintah mengajak Gereja dan komunitas umat mengembangkan konsep One Community, One Product (OCOP) guna memberdayakan ekonomi umat.

Produk-produk komunitas tersebut nantinya akan dipasarkan melalui jaringan NTT Mart di seluruh kabupaten/kota se-NTT sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, dalam pesannya menegaskan bahwa imamat bukan soal kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dunia dengan kasih.

“Dunia membutuhkan imam yang berani hadir, mendengarkan kegembiraan dan harapan, sekaligus duka dan kecemasan manusia. Imam dipanggil menjadi jembatan kasih, bukan tembok pemisah,” tegasnya.

Ungkapan syukur juga disampaikan salah satu imam baru, RD. Andy Riang Hepat. Dengan penuh haru, ia menegaskan bahwa imamat adalah penyerahan diri total kepada Allah dan umat.

“Seorang imam bukan milik dirinya sendiri. Ia adalah milik Allah dan umat-Nya. Doakan kami agar setia menjadi imam sampai akhir,” ungkapnya.

Perayaan penuh sukacita ini turut dihadiri Wali Kota Kupang Christian Widodo, unsur Forkopimda, para imam, biarawan-biarawati, serta keluarga besar para imam yang ditahbiskan, menambah hangatnya kebersamaan iman di Katedral Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI : Pimpinan Umum : ARIF M. BAIT, Bendahara : SUSANTI APLOEGI,SE, Pemimpin Redaksi / Redaktur : ERICK SABON,SE , Biro Kota Kupang : ERICK, Biro Kab.Kupang : AI // Alamat Redaksi : Jl. Kecapi, Gg.Tirosa, RT.20 / RW.10, Kel. Nunbaun Delha, Kec.Alak, Kota Kupang-NTT, Kontak Redaksi : HP / WA ( 081 247 469 171) // Penerbit : PT. Kantor Berita Kupang Media, SK. Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia RI, No.AHU-00339.AH.02.01.Tahun 2016 | Newsphere by AF themes.

Anda tidak memiliki ijin dari admin