Oktober 28, 2026

Syalom Pandie Curi Perhatian Ribuan Penonton, Muncul Komentar ‘Glenn Fredly Seperti Bangkit Kembali’

4 min read

NTT, kupangmedia.net | Syalom Pandie mendadak menjadi sorotan setelah tampil di hadapan ribuan penonton dalam Kupang Pange Pulang di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (17/10).

Penyanyi muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu awalnya hanya dijadwalkan membawakan tiga lagu. Namun, penampilannya justru sukses mencuri perhatian dan membuat penonton penasaran dengan sosok di balik suara tersebut.

Syalom membuka penampilannya dengan karakter vokal yang kuat sekaligus penuh penghayatan. Saat membawakan “Sesi Potret” milik eńau, suasana auditorium perlahan berubah. Suara Syalom berpadu dengan penghayatan dan interpretasi personal yang membuat penonton ikut masuk ke dalam cerita lagu.

Sejumlah penonton bahkan ikut bernyanyi.
Interaksi tersebut membuat penampilan Syalom terasa semakin hidup. Ia tidak hanya berdiri menyanyikan lagu, tetapi mampu membangun koneksi dengan ribuan orang yang berada di hadapannya. Namun, kejutan sesungguhnya baru terjadi ketika Syalom memasuki lagu terakhir.

Nyanyikan ‘Januari’, Penonton Langsung Terpukau. Syalom memilih “Januari”, lagu populer karya almarhum Glenn Fredly, sebagai penutup penampilannya.

Pilihan lagu tersebut ternyata menjadi momen yang paling menyita perhatian. Sejak bagian awal, Syalom mulai memainkan dinamika vokal dan memberikan improvisasi. Penonton pun semakin larut.

Bukan hanya tepuk tangan yang terdengar. Sejumlah penonton terlihat ikut bernyanyi dan menikmati setiap bagian lagu. Begitu penampilan berakhir, respons penonton pun bermunculan.

Banyak yang penasaran dan bertanya-tanya siapa sebenarnya penyanyi muda yang baru saja tampil di atas panggung tersebut. ‘Suara Kamu Mengingatkan Saya pada Mike Mohede’
Yang membuat nama Syalom semakin diperbincangkan adalah komentar sejumlah penonton yang merasa karakter vokalnya mengingatkan mereka pada penyanyi almarhum Mike Mohede.

Ada pula yang melihat nuansa Glenn Fredly dalam cara Syalom membawakan lagu.
Bahkan, muncul komentar spontan penuh kekaguman. “Glenn Fredly seperti bangkit kembali.”

Komentar tersebut tentu merupakan kesan subjektif penonton, bukan pernyataan bahwa Syalom memiliki suara yang sama dengan kedua penyanyi tersebut.

Namun, respons itu menunjukkan satu hal: penampilan Syalom berhasil meninggalkan kesan kuat. Masih Muda, Tapi Sudah Berani ‘Main’ dengan Vokal

Salah satu hal yang membuat penampilan Syalom menarik adalah keberaniannya memainkan dinamika vokal.

Ia tidak hanya mengandalkan suara merdu, tetapi juga mencoba memberikan warna pada lagu melalui penghayatan dan improvisasi.

Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi penyanyi muda untuk membangun identitasnya sendiri.

Sebab, menjadi penyanyi bukan hanya tentang memiliki suara bagus. Seorang performer juga dituntut mampu membawa emosi lagu dan membuat penonton merasa terhubung.

Syalom menunjukkan tanda-tanda kemampuan tersebut. Penonton Mulai Dorong Syalom Coba Indonesian Idol

Setelah melihat penampilannya, sejumlah penonton bahkan berharap Syalom berani mencoba peruntungan di panggung pencarian bakat nasional seperti Indonesian Idol.

Harapan itu tentu bukan perkara sederhana. Jika benar ingin melangkah ke panggung nasional, Syalom harus mempersiapkan banyak hal, mulai dari teknik vokal, pemilihan lagu, mental kompetisi, kemampuan tampil di depan kamera hingga membangun identitas sebagai seorang penyanyi.

Namun, kesempatan tampil di Kupang Pange Pulang bisa menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan tersebut.
Panggung Besar, Nama Baru dari Timur, “Kupang Pange Pulang bukan panggung kecil”. Acara tersebut menghadirkan sejumlah nama yang telah dikenal di industri musik Indonesia, termasuk Andmesh Kamaleng, Mario G. Klau, dan Piche Kota, bersama artis serta talenta lainnya.

Di tengah nama-nama yang sudah lebih dulu populer itu, Syalom justru berhasil mencuri perhatian.

Inilah yang membuat penampilannya menarik untuk diperbincangkan.

Seorang penyanyi muda dari Kupang mendapatkan kesempatan tampil di hadapan ribuan orang dan mampu membuat penonton bertanya.

Bagi seorang talenta yang sedang membangun nama, pertanyaan sederhana itu bisa menjadi awal dari perjalanan panjang. NTT Tak Pernah Kehabisan Talenta,  NTT selama ini dikenal melahirkan sejumlah musisi yang mampu berbicara di panggung nasional.

Andmesh Kamaleng dan Mario G. Klau menjadi contoh bagaimana talenta dari Timur dapat berkembang hingga dikenal luas di Indonesia. Kini, nama-nama baru kembali bermunculan.

Syalom Pandie menjadi salah satu talenta muda yang mulai mendapatkan perhatian setelah penampilannya di Kupang Pange Pulang.
Ia tentu masih harus melewati perjalanan panjang.

Tetapi satu hal sudah ia dapatkan malam itu: perhatian penonton. Syalom Bukan Mike Mohede, Bukan Glenn Fredly—Dia Harus Jadi Dirinya Sendiri

Di balik berbagai perbandingan yang muncul, ada satu hal yang jauh lebih penting.

Syalom tidak perlu menjadi Mike Mohede berikutnya.

Ia juga tidak perlu menjadi Glenn Fredly berikutnya.

Justru tantangan terbesarnya adalah menjadi Syalom Pandie dengan karakter suara, gaya panggung, dan karya yang membuat orang mengenalnya karena dirinya sendiri.

Mike Mohede dan Glenn Fredly boleh menjadi inspirasi.

Tetapi Syalom harus memiliki cerita dan perjalanan musiknya sendiri. Dari Panggung Kupang, Mimpi Nasional Mulai Terbuka
Penampilan Syalom di Kupang Pange Pulang mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit.

Namun, dampaknya bisa lebih panjang.
Dari satu panggung tersebut, ia mendapatkan pengalaman tampil di hadapan ribuan orang, membangun koneksi dengan penonton, sekaligus memperkenalkan namanya kepada publik.

Jika terus mendapatkan kesempatan, latihan yang konsisten dan pendampingan yang tepat, bukan tidak mungkin perjalanan Syalom akan membawa dirinya ke panggung yang lebih besar.

Syalom Pandie datang sebagai penyanyi muda.
Syalom pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: rasa penasaran publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI : Pimpinan Umum : ARIF M. BAIT, Bendahara : SUSANTI APLOEGI,SE, Pemimpin Redaksi / Redaktur : ERICK SABON,SE , Biro Kota Kupang : ERICK, Biro Kab.Kupang : AI // Alamat Redaksi : Jl. Kecapi, Gg.Tirosa, RT.20 / RW.10, Kel. Nunbaun Delha, Kec.Alak, Kota Kupang-NTT, Kontak Redaksi : HP / WA ( 081 247 469 171) // Penerbit : PT. Kantor Berita Kupang Media, SK. Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia RI, No.AHU-00339.AH.02.01.Tahun 2016 | Newsphere by AF themes.

Anda tidak memiliki ijin dari admin