Dukung Swasembada Pangan 2026, Bupati Yosef Lede Hadiri Tanam Jagung Bersama Polda NTT
2 min read
NTT, kupangmedia.net | Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali digerakkan dari daerah. Polda NTT bersama Pemerintah Kabupaten Kupang beserta sejumlah pemangku kepentingan meluncurkan kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Tulun Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, (7/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program nasional untuk mendukung swasembada jagung sekaligus memperkuat ketersediaan pangan dan pakan ternak di dalam negeri. Peluncuran gerakan itu ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan “Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 dalam rangka Mendukung Swasembada Jagung.”
Penanaman dilakukan di Desa Tulun, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Program ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga pemerintah, aparat keamanan, serta institusi yang bergerak di sektor pangan dan logistik nasional.
Gerakan tanam jagung serentak dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi komoditas jagung yang selama ini menjadi salah satu bahan pangan sekaligus pakan ternak penting di Indonesia. Pemerintah berharap peningkatan produksi di tingkat daerah dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor serta menjaga stabilitas pasokan nasional.
Kabupaten Kupang sendiri dikenal memiliki potensi lahan kering yang luas dan relatif cocok untuk pengembangan tanaman jagung. Dengan dukungan kondisi iklim serta keterlibatan petani lokal, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
Selain mendorong peningkatan produksi pangan, gerakan ini juga menjadi bagian dari kampanye nasional untuk mendorong petani melakukan penanaman secara serentak. Dengan pola tersebut, siklus produksi diharapkan dapat lebih terencana, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen.
Melalui langkah ini, komoditas jagung tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang penguatan sektor agribisnis di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain ; Bupati Kupang, Yosef Lede, SH, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, Gubernur NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Danrem 161/Wirasakti, unsur Kodam, Danlanud El Tari Kupang, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah NTT, Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kupang, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, jajaran Polda NTT, Direktur PT Bio Cycle Indonesia, serta kelompok tani Paltetus I dari Desa Bautaa Utara, Kecamatan Taebenu.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya mencapai swasembada jagung tidak hanya menjadi agenda sektor pertanian, tetapi juga memerlukan dukungan lintas lembaga serta partisipasi aktif masyarakat tani di daerah
