Mobil Patwal Bupati Kupang Hanyut 500 Meter di Fatuleu Barat, Tiga Staf Selamat Tanpa Luka
2 min read
OELAMASI, kupangmedia.net | Musibah nyaris merenggut korban jiwa terjadi di tengah pemantauan infrastruktur oleh rombongan Bupati Kupang. Kendaraan patroli pengawalan milik Satpol PP yang mendampingi Bupati Kupang diterjang banjir bandang di wilayah Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, saat melintasi crossway Kali Siumate Kecil, Desa Naitae.
Mobil tersebut hanyut sejauh kurang lebih 500 meter setelah arus deras tiba-tiba datang di tengah cuaca ekstrem yang melanda kawasan itu. Di dalam kendaraan terdapat tiga orang staf, yakni anggota Walpri, fotografer, dan sopir.
Beruntung, kendaraan tersangkut pada sebuah pohon kecil di tengah sungai. Momen itulah yang menyelamatkan seluruh penumpang. Mereka berhasil keluar dari mobil dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa.
Peristiwa itu terjadi saat rombongan mendampingi Yosef Lede yang sedang melakukan pemantauan langsung sarana jalan dan jembatan di wilayah Fatuleu Barat hingga menuju Amfoang. Jika kendaraan patwal itu berhasil melintasi sungai dan diikuti mobil dinas DH 1 B yang ditumpangi bupati, situasinya bisa jauh lebih fatal.
Di tengah musim hujan dan cuaca ekstrem, risiko bencana seperti banjir dan longsor memang meningkat. Namun, Yosef Lede tetap turun langsung ke lapangan bersama sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf dan Kasat Pol PP Adi Lona, untuk memastikan kondisi infrastruktur yang rusak, putus, bahkan belum memiliki fasilitas jembatan memadai.
“Kehadiran saya di tengah cuaca ekstrem ini untuk melihat langsung kondisi sarana dan infrastruktur di masyarakat, khususnya di Fatuleu Barat sampai Amfoang. Ada jalan dan jembatan yang rusak, bahkan belum tersedia. Hasil identifikasi ini akan kami usulkan ke pemerintah pusat agar segera ditangani,” ujar Yosef.
Menurutnya, keterbatasan keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan akses masyarakat terputus. Data teknis hasil identifikasi di lapangan akan segera dikirim ke pemerintah pusat agar mendapat intervensi pembangunan.
Sebelumnya, Yosef juga memantau bendung dan sarana irigasi di Kupang Timur serta Sulamu. Infrastruktur menjadi perhatian utama karena jalur tersebut menghubungkan Kecamatan Fatuleu Barat dan Amfoang yang selama ini menghadapi kerusakan jalan cukup parah.
Dua titik yang menjadi fokus pemantauan adalah Kali Noelbisnaen di Desa Siumolo dan Kali Siumate, yang saat ini mengalami banjir besar disertai abrasi bibir sungai. Kondisi tersebut membuat akses transportasi warga terganggu.
Peristiwa hanyutnya kendaraan pengawalan ini menegaskan betapa berisikonya medan yang harus dilalui. Beberapa waktu lalu, saat menghadiri pembukaan sidang Klasis Fatuleu Timur di GMIT Betel Nunasi, Desa Tanini, rombongan juga sempat menghadapi kondisi sungai dalam dan deras. Salah satu kendaraan hampir terhanyut, namun berhasil dikendalikan berkat bantuan warga. “Melewati kondisi sulit bukan hal baru. Yang utama adalah pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Yosef.
Musibah di Kali Siumate ini, menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur penyeberangan yang layak di wilayah rawan banjir. Meski tanpa korban jiwa, kejadian ini menjadi alarm serius bagi percepatan pembangunan jembatan dan penguatan akses jalan di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang.”Pungkas Bupati Yos Lede
