Maret 27, 2026

Rumah Zakat Hadir di Kota Kupang, Gubernur Melki: Solidaritas Lintas Iman Kunci Kemanusiaan

2 min read

KOTA, kupangmedia.net | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meresmikan Kantor Mitra Perwakilan Rumah Zakat Provinsi NTT di Kota Kupang, Selasa, (10/2).

Kehadiran lembaga zakat berbasis Islam di wilayah dengan mayoritas penduduk non-Muslim itu tak sekadar dimaknai sebagai ekspansi kelembagaan, melainkan simbol kuat solidaritas lintas iman yang telah lama berakar di NTT. “Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Rumah Zakat bukan hanya lembaga filantropi, tetapi inspirasi gerakan berbagi dan kepedulian sosial,” kata Melki dalam sambutannya.

Menurut Melki, NTT selama ini kerap disebut sebagai laboratorium toleransi di Indonesia. Kehadiran Rumah Zakat mempertegas bahwa nilai keberagaman di daerah ini bukan slogan, melainkan praktik sosial yang hidup. “Perbedaan tidak untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dalam semangat kemanusiaan dan gotong royong,” ujarnya

Namun, di balik optimisme tersebut, Melki juga mengajak publik menundukkan kepala sejenak. Ia menyinggung peristiwa meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada, kasus yang belakangan menyentak kesadaran publik. Peristiwa itu, kata Melki, menjadi pukulan bagi rasa kemanusiaan bersama, sekaligus pengingat bahwa statistik kemiskinan belum sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.

Data Badan Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan NTT menurun dari 18,6 persen menjadi 17,5 persen. Penurunan ini kerap dijadikan indikator kemajuan. Namun, Melki menilai angka tersebut belum cukup menjawab persoalan mendasar. “Masih ada warga yang luput dari perhatian, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” katanya.

Bagi Melki, pengentasan kemiskinan dan perlindungan kelompok rentan tidak bisa dibebankan semata pada pemerintah atau lembaga keagamaan tertentu. Urusan kemanusiaan, menurut dia, adalah panggilan kolektif seluruh elemen masyarakat,negara, komunitas adat, lembaga keagamaan, hingga organisasi filantropi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT berencana melakukan pembenahan serius terhadap tata kelola data kemiskinan.

Pendataan akan dilakukan secara rutin setiap bulan melalui musyawarah desa dan kelurahan, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Data harus bersih, akurat, dan bebas dari kepentingan apa pun agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” ujar Melki.

Selain pembenahan data, pemerintah juga mendorong penguatan dana sosial berbasis masyarakat. Pendekatan ini akan melibatkan lembaga keagamaan lintas iman, termasuk Rumah Zakat, sebagai upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong, nilai yang disebut Melki sebagai sari pati Pancasila. Peluncuran Kantor Mitra Perwakilan Rumah Zakat di NTT, dengan demikian, ini bukan sekadar peristiwa seremonial, ini menjadi titik temu antara kerja kemanusiaan, refleksi kritis atas kemiskinan struktural, dan harapan akan tata kelola sosial yang lebih adil, ditengah berbagai keterbatasan, NTT kembali diingatkan bahwa solidaritas, lintas iman, lintas komunitas masih menjadi modal sosial terkuat untuk menjaga kemanusiaan tetap hidup.”Pungkas Melki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI : Pimpinan Umum : ARIF M. BAIT, Bendahara : SUSANTI APLOEGI,SE, Pemimpin Redaksi / Redaktur : ERICK SABON,SE , Biro Kota Kupang : ERICK, Biro Kab.Kupang : AI // Alamat Redaksi : Jl. Kecapi, Gg.Tirosa, RT.20 / RW.10, Kel. Nunbaun Delha, Kec.Alak, Kota Kupang-NTT, Kontak Redaksi : HP / WA ( 081 247 469 171) // Penerbit : PT. Kantor Berita Kupang Media, SK. Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia RI, No.AHU-00339.AH.02.01.Tahun 2016 | Newsphere by AF themes.

Anda tidak memiliki ijin dari admin