Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Yosef Lede Bertemu Dirjen Peternakan Kementan RI
2 min read
JAKARTA, kupangmedia.net | Pemerintah Kabupaten Kupang mulai menempatkan sektor peternakan sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional. Bupati Kupang Yosef Lede bersama Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Rabu, (4/2), untuk mendorong penguatan peternakan dari daerah timur Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Yosef memaparkan posisi strategis Kabupaten Kupang sebagai salah satu wilayah pengembangan ternak sapi dan kambing yang berpotensi menopang pasokan protein hewani nasional. Pemerintah daerah menilai ketahanan pangan tak hanya bertumpu pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan sistem peternakan dan kemandirian daerah dalam rantai pasok.
Kabupaten Kupang mengajukan proposal dukungan pemerintah pusat yang mencakup pembangunan infrastruktur peternakan, penyediaan bibit unggul, hingga pelatihan peternak rakyat. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas ternak sekaligus memperkuat daya tahan sektor peternakan lokal di tengah tekanan inflasi pangan dan fluktuasi pasokan nasional.
Isu ketergantungan pakan menjadi sorotan utama. Pemerintah Kabupaten Kupang mengusulkan pembangunan pabrik pakan ternak sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Selama ini, biaya pakan menyerap porsi besar ongkos produksi dan menjadi faktor penentu naik-turunnya harga daging di pasar.
Selain itu, agenda hilirisasi produk peternakan turut diangkat sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan. Pemerintah daerah mendorong pengolahan hasil ternak menjadi produk bernilai tambah agar pasokan pangan hewani lebih stabil dan tidak bergantung pada distribusi ternak hidup semata.
“Kami ingin peternakan kabupaten kupang menjadi bagian dari sistem pangan nasional yang tangguh, bukan hanya sebagai penyedia bahan baku,” kata Yosef Lede. Menurut dia, tanpa penguatan dari hulu ke hilir, ketahanan pangan nasional akan selalu rentan terhadap gangguan distribusi dan biaya produksi.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian merespons positif usulan tersebut. Kementerian menyatakan pengembangan peternakan di wilayah timur Indonesia khususnya kabupaten kupang sejalan dengan arah kebijakan nasional, terutama dalam pemerataan sumber produksi pangan hewani dan penguatan wilayah penyangga pangan.
Kementerian Pertanian akan melakukan kajian lanjutan terhadap proposal Kabupaten Kupang, termasuk rencana hilirisasi dan pembangunan pabrik pakan ternak. Jika terealisasi, langkah ini dinilai dapat memperkuat peran Nusa Tenggara Timur dalam menjaga pasokan protein hewani nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
