Bupati Yos Lede, Temui Wamen PU Diana Kusumastuti
2 min read
JAKARTA, kupangmedia.net | Pemerintah Kabupaten Kupang mulai tancap gasst dalam sektor pembangunan infrastruktur. Bupati Kupang Yosef Lede bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang melakukan pertemuan khusus dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI, Ir.Diana Kusumastuti,M.T., Rabu (4/2) di Gedung Kementerian PU, Jakarta.
Pertemuan itu difokuskan pada pencarian solusi konkret untuk tiga sektor krusial yang selama ini menjadi keluhan warga: jalan raya rusak, jembatan penghubung wilayah, serta kondisi pasar tradisional. Kabupaten Kupang juga dipastikan masuk sebagai penerima program nasional Sekolah Terintegrasi, yang mensyaratkan dukungan infrastruktur memadai.
Dalam pembahasan, Yosef Lede memaparkan kondisi jaringan jalan antar-kecamatan yang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera. Selain perbaikan badan jalan, Pemkab Kupang juga mendorong penataan drainase agar usia jalan lebih panjang dan akses menuju lokasi Sekolah Terintegrasi tidak terhambat.
Di sektor jembatan, perhatian diarahkan pada pemeliharaan struktur jembatan lama yang mulai menurun kualitasnya, sekaligus pembangunan jembatan baru untuk membuka keterisolasian wilayah terpencil. Pemeriksaan berkala dinilai penting guna mencegah risiko kerusakan yang dapat mengganggu mobilitas warga dan distribusi ekonomi.
Sementara itu, revitalisasi pasar tradisional menjadi agenda tak kalah penting. Pemerintah daerah mengusulkan renovasi atap, lantai, dan sanitasi pasar, penataan area parkir, hingga modernisasi fasilitas penyimpanan barang dagangan. Tujuannya, menciptakan pasar yang lebih layak, sehat, dan kompetitif bagi pedagang kecil.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyatakan dukungan terhadap agenda pembangunan Kabupaten Kupang. Menurut dia, perbaikan jalan, jembatan, dan pasar merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. “Kementerian PU akan mengkaji usulan tersebut secara menyeluruh dan menyiapkan skema kolaborasi untuk pelaksanaannya,” kata Diana.
Bupati Yosef Lede menegaskan, langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas wilayah, menggerakkan ekonomi rakyat, serta memastikan program Sekolah Terintegrasi berjalan optimal. “Kami ingin pembangunan ini segera terealisasi dan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat Kabupaten Kupang,” ujar Yosef.
