Reses Viktor Laiskodat di Amfoang, Pemkab Kupang Ajukan Pembangunan Jalan & Wisata Adat
3 min read
OELAMASI, kupangmedia.net | Bupati Kupang Yosef Lede memanfaatkan kegiatan reses anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menyampaikan sejumlah agenda pembangunan daerah, mulai dari pembangunan jalan menuju Amfoang Utara hingga pengembangan destinasi wisata berbasis budaya. Pemerintah Kabupaten Kupang mengalokasikan anggaran Rp 5 miliar untuk pengembangan kampung adat pada 2027.
Kegiatan reses tersebut berlangsung di Bukit Wisata Humon, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, (24/10). Ribuan warga dari enam kecamatan di wilayah Amfoang Raya menghadiri pertemuan tersebut bersama sejumlah pejabat daerah dan anggota DPRD Kabupaten Kupang.
Yosef mengatakan reses menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat pusat. Menurut dia, sejumlah program daerah membutuhkan dukungan anggaran pemerintah pusat karena belum seluruhnya dapat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kupang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pelaksanaan reses ini. Kami memandang Bapak Viktor sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang dapat membantu memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat,” kata Yosef.
Ia menyebut pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan warga Amfoang membutuhkan koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan DPR RI. Kondisi geografis wilayah Amfoang, menurut dia, menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan.
Yosef juga memaparkan rencana pembangunan jalan menuju Amfoang Utara melalui kawasan Gunung Timau pada 2027. Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah berencana mengembangkan kampung adat sebagai destinasi wisata yang mengandalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal.
Pemerintah Kabupaten Kupang, kata Yosef, telah meninjau sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata. Anggaran Rp 5 miliar disebut telah dialokasikan untuk mendukung pengembangan kampung adat tersebut pada 2027.
“Kita ingin mengembangkan kampung adat sebagai destinasi wisata agar semakin banyak orang datang berkunjung. Dengan demikian, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui pengembangan usaha lokal dan berbagai aktivitas pariwisata,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kupang menyalurkan bantuan benih padi, benih jagung, dan pupuk kepada kelompok tani di wilayah Amfoang Raya. Data kegiatan menyebutkan bantuan benih mencapai 10 ton, disertai pupuk sebanyak 500 kilogram. Bantuan itu ditujukan untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Sementara itu, Viktor Bungtilu Laiskodat menyoroti potensi sumber daya alam Kabupaten Kupang yang menurut dia perlu dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Ia menyebut sektor kelautan, perikanan, rumput laut, dan produksi garam sebagai bidang yang dapat dikembangkan melalui perencanaan, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan keterampilan masyarakat.
Viktor mengatakan ketersediaan anggaran saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Masyarakat juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengolah sumber daya alam menjadi kegiatan usaha yang menghasilkan pendapatan.
Karena itu, ia mendorong peningkatan akses pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan sektor unggulan Kabupaten Kupang. Keterampilan di bidang peternakan, pengolahan garam, kelautan, dan teknologi dinilai perlu diperkuat agar masyarakat dapat mengembangkan usaha produktif.
Ia juga menyoroti pengelolaan sumber air. Menurut Viktor, pembangunan sumur bor dan jaringan air perlu diikuti pemanfaatan yang terencana, termasuk untuk pertanian dan penanaman tanaman produktif, sehingga infrastruktur tersebut memberi manfaat berkelanjutan.
Dalam pertemuan itu, Viktor mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendorong pembangunan dan menggali potensi daerah. Namun, ia menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam perlu diikuti langkah nyata, pengelolaan yang terarah, serta peningkatan kemampuan pemerintah dan masyarakat.
Yosef berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut dapat ditindaklanjuti melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran DPR RI, terutama untuk program pembangunan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Dehaan, sejumlah anggota DPRD dari Partai NasDem, pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat dari enam kecamatan di Amfoang Raya.
