Festival Fronteira 2026 : Merawat Tradisi, Menguatkan Persaudaraan
2 min read
TIMOR-LESTE, kupangmedia.net | Festival Fronteira 2026 resmi dimulai di kawasan Com, Kabupaten Lautem, Timor-Leste, Kamis (22/10). Pembukaan festival ini tidak hanya menjadi pertemuan para peserta lintas wilayah, tetapi juga menghadirkan tradisi adat sebagai bagian penting dari penghormatan terhadap tamu dan pelestarian warisan budaya setempat.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan kedatangan para delegasi dan peserta festival secara bertahap pada pukul 15.31 hingga 16.20 waktu setempat. Sebanyak 20 orang delegasi Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT), bersama peserta lainnya, disambut langsung oleh Presidente da Autoridade Municipal de Lautém atau Bupati Lautem, Mélio de Jesus, S.H., beserta jajaran protokol dan panitia penyelenggara.
Suasana penyambutan semakin khidmat ketika para delegasi mengikuti Ritual Adat Matak Malirin yang dimulai sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Prosesi ini dipimpin oleh para tetua adat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu sekaligus ungkapan doa untuk keselamatan dan kelancaran seluruh rangkaian festival.
Sebelum ritual berlangsung, Mélio de Jesus menyampaikan sambutan resmi. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para peserta dan delegasi FKPTT yang datang untuk memeriahkan Festival Fronteira 2026 di Kabupaten Lautem.
Kehadiran ritual adat dalam pembukaan festival memperlihatkan peran tradisi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Penyambutan tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarpeserta melalui penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Setelah mengikuti prosesi Matak Malirin, para delegasi dan tamu undangan diarahkan menuju tempat akomodasi masing-masing untuk beristirahat sebelum melanjutkan agenda festival berikutnya.
Melalui Festival Fronteira 2026, perjumpaan masyarakat dan delegasi diharapkan menjadi ruang untuk mengenal, menghargai, dan merawat keberagaman tradisi serta identitas budaya yang hidup di kawasan perbatasan.
