Pemkab Kupang Salurkan 1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo
2 min read
NAGEKEO,kupangmedia.net | Pemerintah Kabupaten Kupang menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede di Posko Bencana, RT 07, Kelurahan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, (29/8).
Bantuan tersebut terdiri atas dana sebesar Rp1 miliar, beras sebanyak 1,6 ton, serta kebutuhan pokok dan sembako lainnya. Bantuan kemudian dibagikan kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
Yosef Lede datang bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, jajaran pimpinan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta anggota DPRD Kabupaten Kupang. Bantuan diterima oleh Bupati Nagekeo, Wakil Bupati Nagekeo, dan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo.
Yosef mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Kupang kepada warga Nagekeo yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas seluruh masyarakat Kabupaten Kupang terhadap saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” kata Yosef.
Menurut dia, kehadiran pemerintah daerah secara langsung di lokasi bencana penting untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan bantuan juga menjadi bentuk dukungan antardaerah dalam menghadapi situasi darurat.
Masyarakat Kelurahan Nangaroro menyambut kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Kupang. Salah seorang perwakilan warga menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan.
“Terima kasih Pak Bupati dan seluruh jajaran serta masyarakat Kabupaten Kupang atas kepeduliannya bagi kami yang terkena bencana gempa bumi. Di saat kami sedang berduka, kehadiran dan bantuan ini menjadi harapan baru bagi kami untuk bangkit kembali,” ujar perwakilan warga.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari solidaritas antarpemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur. Pemkab Kupang menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak dan membuka kemungkinan memberikan dukungan lanjutan jika dibutuhkan.
Bantuan itu sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarwilayah di NTT dalam penanganan dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
