Bupati Yosef Lede Usulkan Revitalisasi 300 Sekolah, Kemdikbud RI Respons Positif
2 min read
JAKARTA, kupangmedia.net | Bupati Kupang, Yosef Lede, kembali mendatangi kementerian Pendidikan Republik Indonesia dengan membawa agenda besar di sektor pendidikan. Selasa (3/2), Kunjungan khusus Bupati Kupang ke Kementerian Pendidikan Republik Indonesia sebagai tindak lanjut audiensi yang telah digelar pada Desember 2025 lalu.
Kali ini, Bupati Kupang datang tidak sekadar berdialog. Ia menyerahkan proposal resmi revitalisasi 300 unit sekolah di Kabupaten Kupang sekaligus mengusulkan penambahan sekolah sasaran program revitalisasi nasional. Langkah ini diambil untuk menjawab kondisi banyaknya sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan segera.
“Revitalisasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak agar proses belajar-mengajar berjalan aman, nyaman, dan bermutu,” kata Yosef dalam pertemuan tersebut.
Usulan Pemerintah Kabupaten Kupang ini mendapat sambutan positif dari Kementerian Pendidikan. Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Dr. Eko Susanto, S.E., M.Si., serta Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang/Jasa Setjen Kemdikbud, Herdiana, S.T., M.B.A., menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kupang
Menurut Eko, komitmen daerah yang ditunjukkan lewat proposal terstruktur menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Kupang serius melakukan pembenahan sektor pendidikan secara menyeluruh. Revitalisasi fisik sekolah dinilai sebagai fondasi penting untuk mendorong kualitas sumber daya manusia ke depan.
Bagi Yosef Lede, pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang tak bisa ditunda. Ia berharap usulan revitalisasi 300 sekolah ini segera mendapat respons konkret, sehingga anak-anak di Kabupaten Kupang dapat belajar di ruang kelas yang layak dan manusiawi.
Langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Kupang menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah bukan sekadar janji, tetapi agenda yang diperjuangkan langsung hingga ke meja kementerian.
